Bandung, lampu Merah, dan Kaca Spion
Salah satu hal yang membuat kesal ketika pergi yaitu bertemu dengan lampu merah. Apalagi ketika lampu hijau berganti merah padahal dua detik lagi akan melewatinya, akhirnya terpaksa harus menunggu lama, belum lagi ketika matahari sedang terik-teriknya, ditambah baunya polusi kendaraan dari berbagai sudut yang membuat kepala semakin penat. Namun siapa sangka, di balik lampu merah yang dibenci banyak orang, dia bisa menertibkan lalu lintas, mengizinkan arah mana yang akan melaju dan arah mana yang akan sabar menunggu.
Dulunya,
aku merupakan salah satu orang yang kesal jika terus-terusan mendapatkan banyak
lampu merah di jalanan, aku kesal karena harus menunggu lama dan tentunya
membuat kepala penat. Namun kemarin, lampu merah memberi ku kesan istimewa, lampu
merah mengizinkan mata ku dan dia bisa bertemu dan bertatapan lewat kaca spion
motor miliknya. Hal sederhana yang tampak biasa, namun membuat terbayang-bayang
hingga sekarang, dan mungkin tidak akan bisa lupa. Ditambah lagi tangan jailnya
yang membuat aku geli, bukannya mengelus kaki yang pegal malah membuat kaki geli,
manusia unik yang terus aku syukuri keberadaannya memang sering membuat aku tersenyum.
Seketika
jalanan Bandung yang padat dan melelahkan hilang ketika melihat mata mu dibalik
kaca spion yang sibuk fokus mengendarai motor ditambah melihat google maps,
sedangkan aku hanya tinggal duduk di belakang. Maaf jika banyak merepotkan,
terima kasih banyak selalu menjadi warna dalam hidup ku, semoga seterusnya
seperti ini.
Komentar
Posting Komentar